Ketahuilah bahwa kebahagiaan tergantung pada perolehan kedekatan diri kepada Allah SWT.

Dan kedekatan ini tergantung pada mengikuti kebenaran dan menjauhi kebatilan selamanya.

Jiwa manusia memang sudah menjadi wataknya membenci kebenaran dan cenderung kepada kebatilan.

Barangsiapa yang keinginannya memperoleh kebahagiaan, maka ia akan selalu membutuhkan kesabaran terkadang mengajak jalan untuk mengikuti kebenaran dan terkadang memaksanya menjauhi kebatilan.

Kesabaran terbagi menjadi empat macam:

Pertama: Bersabar atas ketaatan, yang dapat diperoleh secara batin dengan keikhlasan dan hati yang khusyu’ saat menjalankannya sedangkan secara dzahir dapat diperoleh dengan meneguhkannya dalam berbuat taat.

Serta melakukannya dengan semangat dan menjalankannya sesuai dengan yang dianjurkan oleh syari’at.

Sedangkan yang dapat menimbulkan kesabaran ini adalah mengingat janji Allah SWT akan pahala di dunia dan akhirat atas perbuatan taat.

Barangsiapa yang tekun bersabar, maka ia akan mencapai kedudukan yang dekat dengan Allah SWT.

Dan saat itu pula ia akan merasakan kenikmatan dan kelezatan dalam beribadah yang tidak dapat dibayangkan.

Dan bagi yang telah mendapatkannya, maka hendaknya ia tidak bersandar kepada perasaan ini tanpa bersandar kepada Allah SWT.

Kedua, bersabar atas kemaksiatan. Hal ini bisa diperoleh secara dzahir dengan meninggalkan perbuatan kemaksiatan dan menjauhi tempat-tempatnya.

Sedangkan secara batin bisa diperoleh dengan cara tidak merencanakannya dan tidak cenderung kepadanya.

Karena dosa bermula dari bisikan hati.

Adapun mengingat dosa masa lalu.

Apabila dengan mengingatnya dapat menimbulkan rasa takut atau penyesalan, maka ini adalah hal yang baik.

Dan apabila tidak, maka sebaiknya ditinggalkan.

Hal yang dapat memotivasi kesabaran ini adalah mengingat ancaman hukuman Allah SWT di dunia dan akhirat atas kemaksiatan.

Barangsiapa yang menekuni kesabaran ini. maka Allah akan memuliakannya dengan menimbulkan kebencian kepada kemaksiatan. Sehingga baginya masuk neraka lebih ringan daripada melakukan maksiat yang paling kecil.

Ketiga, bersabar atas hal-hal yang menyakitkan. Dan kesabaran dalam hal ini terbagi menjadi dua bagian:

Yang pertama adalah berasal dari Allah SWT tanpa perantara seperti penyakit, bencana alam. hilangnya harta benda, kematian kerabat dan teman.

Kesabaran bisa diperoleh dalam batin dengan cara tidak merasa gelisah dan risau sedangkan penerapannya secara dzahir dengan cara tidak mengadukannya kepada orang lain.


Sumber : Nasihat Untukmu Wahai Saudaraku Karya al-Allamah al-Habib Abdullah bin Alwi AlHaddad