Ulama dimuliakan dan diikuti karena mereka meneruskan misi suci para Nabi, kemulian ulama dan kepatuhan kita kepada mereka dengan syarat jika mereka juga patuh pada ajaran Baginda Sayidina Muhammad SAW.

Tetapi jika mereka salah atau bahkan mengajak pada kemaksiatan maka wajib bagi setiap muslim untuk menolak ajakan tersebut.

Seperti ajakan ikhtilat lelaki dan wanita, menggandrungi penyanyi yg mengumbar aurat, mengapresiasi para penggemar nyanyian yg sangat tidak sopan dan melanggar ajaran agama.

Maka sudah pasti ulama semacam ini wajib diwaspadai kesesatannya.

Imam Alusi mengatakan ulama suu’ lebih berbahaya dari penyamun dan begal.

Karena kerugian agama akan mencelakakan sampai ke akhirat.

Oleh karenanya siksa bagi ulama busuk yang nakal sangat menakutkan,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ: «تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جُبِّ الْحُزْنِ» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا جُبُّ الْحُزْنِ؟ قَالَ: «وَادٍ فِي جَهَنَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنْهُ جَهَنَّمُ كُلَّ يَوْمٍ أَرْبَعَمِائَةِ مَرَّةٍ» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَدْخُلُهُ؟ قَالَ: «أُعِدَّ لِلْقُرَّاءِ الْمُرَائِينَ بِأَعْمَالِهِمْ. وَإِنَّ مِنْ أَبْغَضِ الْقُرَّاءِ إِلَى اللَّهِ الَّذِينَ يَزُورُونَ الأُمَرَاءِ».

“Berlindunglah kalian kepada Allah SWT dari jubb al-huzn. Para shahabat bertanya, “Ya Rasulallah, apa jubb al-huzn?

Nabi SAW menjawab, “Sebuah lembah di Jahannam, yang mana Jahannam berlindung dari jubb al-huzn, 400 kali setiap hari”.

Para shahabat bertanya, “Siapa yang memasukinya?

Nabi SAW menjawab, “Disediakan bagi para ulama yang riya` dengan amal perbuatan mereka.

Sesungguhnya, para ulama yang paling dibenci Allah adalah mereka yang mengunjungi para penguasa”.[HR. Imam Ibnu Majah]

Ulama berkata,” Ciri ulama suu’ adalah sombong dengan ilmunya, merendahkan orang, suka memelintir dalil sesuai pesanan dan tidak patuh pada syariat.

Abu Hasan-313