Oleh : Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zein bin Umar Sumaith

HARI ini, Indonesia memperingati HUT ke-75 kemerdekaannya. Kemerdekaan yang diraih susah payah melalui perjuangan para pahlawan mengusir penjajah patut diapresiasi setinggi langit.

Sekarang, kewajiban kita sebagai generasi penerus bangsa mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat, tentunya sesuatu yang berandil besar bagi pembangunan bangsa ke depan.

Tak dipungkiri, kemerdekaan merupakan anugerah terbesar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk bangsa ini. Perjuangan merebut kemerdekaan juga tak bisa lepaskan dari semangat heroisme para mujahid Islam di masa lampau.

“Pesan kepada umat Islam di Indonesia, kemerdekaan adalah anugerah Allah bagi suatu bangsa yang harus disyukuri. Apalagi kemerdekaan itu dicapai dengan pengorbanan harta, jiwa dan raga para pahlawan. Mereka syahid dalam jihad melawan penjajah,”

Islam melarang keras penjajahan suatu bangsa atas bangsa lainnya. Sebagai generasi penerus, sudah sepatutnya generasi muda bangsa melanjutkan perjuangan dalam bentuk jihadun nafs atau jihad melawan hawa nafsu.

Tujuannya, untuk mengisi kemerdekaan ini dengan mempertahankan martabat bangsa, mengubah kemiskinan menjadi kesejahteraan, mengubah kebodohan kepada kemampuan keilmuan dan sikap apatis terhadap cinta Tanah Air.

“Peringatan kemerdekaan ke-75 yang jatuh hari ini mengawali beberapa hari dari akhir tahun 1441 Hijriah dan menjelang masuknya tahun baru Islam 1442 Hijriah. Ini bukannya suatu kebetulan, tetapi adalah takdir Allah, agar bangsa ini juga memiliki semangat hijrah dari kelalaian dan maksiat kepada ketaatan, dari kesombongan kepada kerendah-hatian,” tuturnya.

“Juga semangat hijrah dari kedengkian kepada kasih sayang, dari keduniawian kepada kepekaan sosial, serta dari egoisme dan perpecahan kepada kerukunan umat. Semoga di hari kemerdekaan ini dan menyongsong tahun baru 1442 Hijriah, Allah segera mengangkat musibah nasional Covid-19 ini. Amiin,”

Habib Zein.