Segala puji bagi Allah swt, atas terbitnya ‘matahari’ risalah agung yang diemban oleh Nabi Muhammad Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam yang telah membawa petunjuk-petunjuk menuju Sang Pencipta Yang Maha Tunggal, Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri dan pada risalahnya Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam terdapat petunjuk-petunjuk bagi mereka yang memiliki akal dan bagi mereka yang mau berfikir serta bagi mereka yang mau memahami.

Dari semua itu, maka akan timbullah sebuah kefahaman yang suci, sebuah cita-cita mulia di hati mereka yang mengungguli segala cita-cita, tujuan mereka adalah semulia-mulia tujuan. Harapan mereka diatas segala harapan, yaitu limpahan anugerah dari yang Maha Pemurah dan Maha Pemberi,yang telah membuka pintu-pintu anugerah tersebut bagi mereka, dengan perantara sebaik-baik hamba Allah swt, sebaik-baik kekasih Allah swt, pemimpin para Nabi dan Rasul Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam, kekasih Tuhan semesta alam, yaitu Baginda Nabi  Muhammad Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam.

Cahayanya yang terang benderang dan sinarnya yang memancar. Berawal dari bimbingan beliau Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam lah terpancar hidayah bagi mereka yang telah mendapatkan hidayah. Beliau Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam adalah sebabpembuka hijab bagi mereka yang telah terbuka hijabnya, beliau Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam adalah sebab timbulnya kefahaman bagi mereka yang telah mendapatkan  pemahaman.

Dari bimbingan beliau Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam  naiknya derajat bagi mereka yang telah terangkat derajatnya, termuliakanlah mereka yang mendapatkan derajat yang agung, menjadi dekatlah mereka yang mendapat kedekatan dan dengan perantaranyalah sampailah mereka yang telah sampai kepada Tuhannya, semua itu dapat terjadi berkat perantara Baginda Nabi Muhammad Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam.

Walaupun mereka mengatakan bahwa ia sampai dengan perantaraan para guru atau para ulama yang ada, namun pada hakekatnya, perantara itu ujung rantai serta muara pertamanya adalah Baginda Nabi Muhammad Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam, kemudian turun kepada para Sahabat, turun lagi kepada para tabi’in (generasi  sesudah para Sahabat Nabi Muhammad Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam), lalu kepada tabi’tabiin (generasi sesudah generas para tabi’in) dan seterusnya hingga masa ke masa dan sampailah pada saat ini.

Limpahan shalawat serta salam senantiasa tercurah dari Sang Pencipta bagi Sayidil Mursalin dan bagi siapa-siapa yang mengambil petunjuk dari petunjuknya serta bagi yang telah sampai kepadaAllah  swt dengan perantaranya Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam yang agung.

Wahai saudaraku, agungkanlah perintah Allah swt, agung­kan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam. Jadikanlah al­ Qur’an sebagai bagian dari kita, bacalah al-Qur’an setiap harinya, jangan  kita tinggalkan al-Qur’an yangditurunkan  oleh Allah swt.

Berdzikirlah setiap saat kepada Allah swt, sebagaimana firman Allah swt dalam al-Qur’an: ‘Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah selalu kepada Allah dan berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak. 

Pernah suatu ketika, Baginda Rasulullah  Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam  ditanya oleh beberapa Sahabat: ‘Wahai Rasulullah, mereka semua telah berjihad dijalan Allah, maka siapa diantara mereka yang akan mendapatkanpahala yangpaling besar dari Allah ?’

Rasulullah Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam pun mengatakan: ‘Diantara mereka orang­orang yang berzihad, yang paling besar akan mendapatkan pahala dari Allah SWT mereka yang paling banyak berdzikir kepada Allah swt.’

Sehingga beberapa Sahabat bertanya lagi kepada Rasulullah Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam: ‘Wahai Rasulullah, mereka orang-orang yang mendirikan shalat maka siapa diantara mereka yang paling banyak akan mendapatkan pahala dari Allah swt?’

Rasulullah Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam menjawab: ‘Yang paling banyak mendapatkan pahala dan mereka orang-orang yang shalat adalah mereka yang paling banyak  berdzikir kepada Allah swt.’


Penyeru Ajaran Suci Sang Nabi – Habib Umar bin Hafidz