Baginda Nabi Muhammad Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam dalam banyak sabdanya telah mengingatkan umat agar memanfaatkan waktu dengan semaksimal mungkin dan mendasari pergaulannya dengan niat yang shaleh, karena semua itu demi kebaikan umat sendiri.

Namun sungguh sayang, orang-orang sudah menutup telinga dan mata mereka.

Berapa banyak diantara mereka yang tak lagi berminat mendengarkan seruan Nabi Muhammad Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam.

Sadarlah wahai kaum muslimin !!! Ingatlah wahai hamba Allah swt !!!

Waktu adalah esensi kehidupanmu, waktumu adalah kesempatanmu untuk berkarya, umurmu adalah peluang yang diberikan kepadamu.

Berharga atau tidaknya hidupmu bergantung terhadap bagaimana engkau memanfaatkan  usiamu itu.

Perhatikanlah hal ini wahai kaum muslimin !!!

Sebagaimana sabda Baginda Rasulullah Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam: ‘Dihari pembalasan nanti, dua telapak kaki seorang hamba akan tertahan di atas jembatan yang sungguh mengerikan. Tak akan beranjak dari tempat itu hingga ‘ia ditanya mengenai empat hal ‘Untuk apakah seluruh umur hidupnya ?

Dikemanakan usia mudanya ? Dari mana ‘ia mendapatkan harta dan digunakan untuk apakah harta itu Sudahkah ilmunya diiamalkan?’

Wahai hamba Allah, kita wajib untuk kembali ke dalam jalur yang telah digariskan oleh Rasulullah Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam, karena beliau Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam adalah  insan yang selalu  berkata jujur. 

Beliau  Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam adalah sang petunjuk, penyeru kebenaran untuk seluruh umat dan beliaulah pembawa kabargembira bagi orang-orang yang beriman.

Baginda Nabi Muhammad Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam sangat cinta kepada umatnya. Kasih sayang beliau Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam kepada kita lebih besar dari kasih  orang tua kita sendiri kepada kita.

Allah swt berfirman di dalam al-Qur’an: ‘Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri-diri mereka sendiri’.’

Jikalau demikian, akankah perintahnya kalian buang begitu saja ataukah akan kalian ikuti ??

Baginda Nabi Muhammad Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda didalam  untaian haditsnya: ‘Di dalam surga, para penghuninya masih merasakan suatu kerugian besar dan penyesalan.

Kerugian dan penyesalan itu mengenai waktu yang telah berlalu dalam kehidupan, tatkala mereka berada dunia yang tidak mereka gunakan untuk berdzikir dan beribadah kepada Allah swt.’


Penyeru Ajaran Suci Sang Nabi – Habib Umar bin Hafidz