Oleh: ABU HASAN-313

Betapa senang leluhur kita para pahlawan menyaksikan anak cucu mereka hidup dalam kemerdekaan dari para penjajah. Berkat jasa mereka dan perjuangan para mujahidin yang gigih melawan kolonial maka Allah anugerahkan kita kemerdekaan.

Bagi seorang muslim yang baik dan berakal akan memahami betul bahwa para pejuang yang telah tiada, hanya akan senang dan bangga melihat cucu mereka mensyukuri kemerdekaan dengan cara yang baik seperti doa, tahlil, munajat, santunan anak yatim dan lain-lain asal tidak melanggar syariat.

Adapun acara yang diisi dengan kemaksiatan pada Allah SWT seperti laki-laki memakai baju wanita, miras, joget erotis, membuka aurat dan wanita memakai sanggul semua ini hanya akan mendatangkan murka Allah dan menyakiti arwah para pejuang.

Nabi SAW mengisyaratkan wanita-wanita zaman sekarang yang bersolek melalui sabdanya –beliau adalah sosok melihat dari balik tabir gaib-;

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

 “(Ada) dua golongan penduduk neraka yang tidak pernah aku lihat; suatu kaum yang membawa cambuk-cambuk seperti ekor-ekor sapi yang mereka gunakan untuk mencambuk orang-orang, dan kaum wanita yang mengenakan pakaian (namun terlihat) telanjang, ia berjalan melenggak-lenggok dan berlagak, rambut mereka seperti punuk-punuk unta yang melenggak-lenggok. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan menghirup wanginya, padahal aroma wangi surga dapat dicium dari perjalanan sejauh ini dan itu.”

Al-Faqih Al-allamah Habib Zain bin Sumaith berkata,” Ketahuilah, kewajiban setiap orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir adalah membentengi diri dari segala dosa –baik kecil maupun besar-, sebagaimana membentengi diri dari api yang membakar, lautan yang menenggelamkan, dan singa-singa yang menatap tajam, karena dosa itu seluruhnya membuat Allah murka, dan menggelapkan hati, di samping dosa adalah perantara kekufuran.

Jangan pernah menyepelekan sedikit pun dosa-dosa meski sekecil apapun, karena bisa jadi dosa kecil justru mengundang murka Allah. “Dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar.” (QS. An-Nur: 15)

Kewajiban untuk taat pada hukum syariat tidak akan pernah gugur pada siapa pun yang mengaku muslim, dalam kondisi bagaimana pun tidak boleh digugurkan apalagi dengan alasan merayakan kemerdekaan yang seharusnya mensyukuri nikmat Allah justru digunakan untuk menimbun dosa, lalu akan dimaklumi bahwa dosa itu adalah hal yang lumrah dilakukan setahun sekali.

 

Foto: muslimobsession