Perhatikanlah bagaimana hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun pun berganti tahun. Lihatlah begitu cepatnya pergantian waktu, hal itu berlalu dan kemudian meninggalkan manusia.

Lima tahun yang lalu aku (Habib Umar bin Hafidz) mengunjungi tempat ini, beberapa wajah yang dahulu tampak di muka bumi, sekarang telah berada di perut bumi, hilang tak tampak lagi selama-lamanya.

Semoga Allah swt meninggikan dan memuliakan kedudukan mereka, serta memberi mereka berbagai kenikmatan.

Wahai Tuhan, sampaikanlah salam kami kepada mereka.

Jadikanlah kehidupanmu di alam dunia ini sebagai ladang untuk mencari bekal pulang menuju kampung akhirat yang kekal dan abadi.

Telah banyak orang-orang yang kita kenal, namun kini mereka telah berada diperut bumi (meninggal), hal ini menunjukkan betapa pendek dan singkatnya umur manusia di bumi ini.

Ini merupakan bukti nyata bahwa kehidupan di alam dunia ini fana dan tidak akan kekal. Jikalau demikian, apakah yang akan kita bawa sewaktu berada didalam kubur ?

Apakah kita akan membawa nomor rekening dan uang yang dikumpulkan sewaktu kita berada di alam dunia ?

Demi Allah, para kaum ‘arifin dan shalihin akan menangisi kehidupan yang semacam itu.

Oleh karenanya mereka selalu mengisi kehidupannya di alam dunia dengan berbagai ketaatan dan ketakwaan sebagai bekal menuju kepulangannya ke akhirat kelak. 

Mereka menyibukkan kehidupannya dengan beribadah kepada Allah swt. Mereka benar-benar menyadari bahwa semua kemegahan dunia itu tidak akan memberikan manfaat sama sekali ketika ajal menjemput.

Kehidupan para shalihin disibukkan dengan ibadah, menuntut ilmu dan menyebarkan ilmu.

Mereka mengisi hati-hati mereka dengan cahaya ilmu serta dengan cahaya amal.

Namun mengapa kita yang katanya cinta kepada mereka, kita yang katanya memiliki ikatan dengan mereka, justru tidur dan jauh dari barisan mereka.

Janganlah kalian menyia-nyiakan kegiatan yang rnulia.

Kemuliaan yang sesungguhnya hanya terletak pada ilrnu, maka dari itu tuntutlah ilmu dan amalkanlah.

Kalian memiliki beberapa orang anak, sedangkan kalian adalah keturunan Rasulullah Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam, leluhur kalian adalah salafunasshalihin yang memiliki kedudukan mulia dimata makhluk dan Khalilk (Allah swt),

Narnun tak satu pun dari anak-anak itu yang kalian perintahkan untuk mempelajari ilmu Nabi Muharnmad Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam, ilmu syari’a tyang diemban oleh datuk kalian Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam.


Penyeru Ajaran Suci Sang Nabi – Habib Umar bin Hafidz