Oleh: Mohammad Yusuf Alhaddar

Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Mohammad Yusuf Alhaddar, saat ini tercatat sebagai mahasiswa aktif jurusan Teknik Geologi di Universitas Padjadjaran, Bandung. Segala puji bagi Allah serta sholawat dan salam kepada Rasulullah SAW selalu saya panjatkan setiap saat. Di momen ini, saya akan berbagi cerita dan pengalaman kepada pembaca setia Busyra, terkait keikutsertaan saya dalam program beasiswa pertukaran pelajar ke negeri Paman Sam, Amerika Serikat.

Kala itu, 02 April 2014 pukul 13.00 WIB, handphone saya tiba-tiba berdering dengan nomor baru yang melakukan panggilan. Sempat terkejut karena ternyata nomor tersebut adalah milik staf kedutaan besar Amerika Serikat di Jakarta. Terkejut dan tak percaya, kabar bahagia yang dinantikan selama tiga bulan lamanya pun datang juga. Saya terpilih mewakili Indonesia dalam program beasiswa pertukaran pelajar setelah bersaing menyisihkan ratusan aplikan lainnya. Program ini bertajuk Study of the United States Institutes for Student Leaders on Global Environmental Issues yang dilaksanakan pada 9 Mei – 15 Juni 2014 di tiga tempat yaitu Honolulu, Hawaii; Boulder, Colorado dan Washington DC, Columbia.

Saya selalu percaya bahwa setiap hal besar pasti membutuhkan perjuangan yang tidak sedikit. Karena di dunia ini tak ada satupun yang benar-benar gratis. Ingin bermimpi indah saja butuh tidur yang nyenyak terlebih dahulu, apa lagi ingin sukses dan bahagia dunia akhirat. Menilik ke belakang, sibuk menyiapkan aplikasi terkait program ini memang membuat saya semakin yakin bahwa tak ada sesuatu yang tidak mungkin. Jalan Allah selalu bersama mereka yang yakin dan percaya. Selama kita mencoba dan sungguh-sungguh, takkan ada sesuatu yang sia-sia.

Perjuangan saya yang gampang-gampang susah diantaranya memberanikan diri meminta surat rekomendasi, sebagai salah satu syarat aplikasi kepada Kepala Urusan internasional Unpad dan Wakil Dekan Fakultas yang untuk minta tangan saja butuh kesabaran ekstra karena harus rela menunggu dan bolak-balik menemui. Belum lagi membagi konsentrasi antara membuat essay yang menarik sambil menyelesaikan tugas pemetaan pendahuluan (memetakan kavling seluas 5×5 km sebagai syarat kelulusan satu mata kuliah mahasiswa geologi di semester itu) yang deadline pengumpulannya semakin dekat dan hampir bersamaan.

Saat tulisan ini dibuat, saya tengah menikmati dinginnya Boulder, Colorado di malam hari. Bertemu dengan banyak orang-orang hebat yang menginspirasi, sembari memetik banyak hal dari negeri raksasa nan adikuasa. Tampak bahagia Karena bisa menginjakkan kaki kembali di luar teritori Indonesia untuk sesuatu yang ‘bernilai’ dan sangat berharga. Meskipun tak jarang mengalami kesulitan karena terbatasnya makanan halal yang bisa dimakan, namun semua itu terbayar dengan hasil yang amat bermakna.

Sekilas tentang program ini, merupakan bagian dari Young South East Asian Leaders Initiatives (YSEALI) yang dicetuskan Presiden AS, Barack Hussein Obama. Lima Negara yang ikut serta diantaranya Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Adapun tujuan utama dari program ini ialah mencetak pemimpin masa depan yang berwawasan lingkungan dan memiliki kepribadian yang dibutukan dunia masa depan. Ancaman kerusakan lingkungan kian hari kian mengkhawatirkan. Efek pemanasan global dan gas rumah kaca akibat penggunaan energi tak ramah lingkungan, kerusakan ekosistem laut, serta penggunaan plastik dan buruknya tata kelola sampah merupakan sekian dari fokus utama yang kami pelajari di institut ini. Kegiatan meliputi kuliah (lecture) tentang ilmu lingkungan dan kepemimpinan di University of Hawaii at Manoa, kunjungan lapangan ke institusi dan NGO seperti Hawaii Electric Company, dll, pelatihan dan presentasi projek untuk lingkungan asal, serta tinggal bersama orang tua asuh yang berasal dari keluarga AS (homestay) untuk memperdalam pengetahuan kebudayaan masyarakat Amerika.

Sejauh ini saya sangat menikmati program yang dilaksanan rutin tiap tahun. Mengunjungi berbagai tempat eksotis dan historis di Hawaii diantaranya Kualoa Ranch yang menyediakan movie tour seperti Jurrasic Park, mengunjungi Pearl Harbor yang membawa Amerika pada perang dunia kedua, dan pantai-pantai yang indah serta sistem tata kota wisata yang apik dan menawan. Saya berharap semoga ilmu dan pengalaman yang didapat selama berguru singkat disini bisa membawa manfaat dan memberikan pengaruh kepada orang-orang di sekitar saya.
Karena saya percaya bahwa nikmat Allah yang diberikan kepada manusia sangatlah berlimpah hingga kita terkadang tak menyadarinya.

Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?